Dukung Swasembada Kedelai, PTPN IV & BRMP Siapkan Budidaya Kedelai Tumpang Sari di Lahan Sawit
Tim dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV mengunjungi BRMP Aneka Kacang untuk mempelajari dan menyusun benchmark budi daya kedelai pada Selasa (4/8/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk peningkatan produksi kedelai nasional. PTPN memiliki peran yang strategis dengan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung program swasembada pangan melalui pengembangan komoditas tanaman pangan.
Tim PTPN IV yang hadir mewakili seluruh wilayah regional diterima oleh Kepala BRMP Aneka Kacang beserta Tim Pejabat Fungsional terkait. Dalam proses diskusi, Tim BRMP Aneka Kacang memberikan referensi teknis dan ilmiah untuk menyusun model dan paket teknologi budi daya kedelai di lahan perkebunan sawit secara efektif dan efisien.
Target penanaman kedelai yang diberikan kepada PTPN secara bertahap mencapai luasan 1 juta hektare. Untuk memastikan budi daya yang baik sampai menghasilkan produksi yang optimal, seluruh aspek mulai pemilihan varietas unggul untuk tipe agroekosistem tertentu sampai panen dan pasca panen menjadi penting.
Dalam diskusi teridentifikasi pula beberapa tantangan yang penting untuk dimitigasi yaitu ketersediaan air dan pengendalian hama penyakit. Dengan kondisi tumpang sari sawit kedelai, mitigasi serangan hama penyakit harus dapat efektif untuk kedua jenis komoditas dan menghindari dampak antagonis sehingga dapat mencapai target produksi.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan ke Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) BRMP Aneka Kacang. Tim PTPN IV menyaksikan langsung proses sortasi dan pengujian mutu benih yang sedang berlangsung, karena perbenihan merupakan subsektor vital jika proses bisnis produksi sawit-kedelai akan dilakukan dalam skala luasan yang besar untuk memastikan kesinambungan usaha tani yang stabil.
BRMP Aneka Kacang berkomitmen untuk memberikan pendampingan optimal dalam budidaya kedelai di lahan perkebunan sawit sehingga target produksi nasional dapat dicapai.